BERJALAN

SELAMAT DATANG DI ASOSIASI GURU PENULIS INDONESIA (AGUPENA)FLORES TIMUR
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Januari 2018

Sukseskan Seminar Nasional Tentang "Digital Literacy Bersama Agupena Flotim

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur (Flotim) akan menyelenggarakan Seminar Nasional Seputar "Digital Literacy" memperingati HUT Agupena ke 3, tanggal 1 Maret 2018.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Gedung OMK Larantuka pada Hari Sabtu, tanggal 3 Maret 2018. Pukul 08.00 Wita- selesai.Dikemas bersamaan dengan Peluncuran Buku " Revolusi Mental Ala Guru"

Bermodalkan semangat berbagi, Agupena Flotim memghadirkan dua (2) guru hebat yang meraih puluhan prestasi dengan sekian karya yang menginspirasi yakni Pak Herwin Hamid dari Sulawesi Tenggara dan Yanuardi Syukur dari Jakarta. Dengan Moderator, Saudara Muhammad Soleh Kadir (Pengurus Agupena Flotim)

Kegiatan akan dibuka Bupati Flores Timur,Bapak Anton Hadjon sekaligus melaunching Buku "Revolusi Mental Ala Guru"

Dalam rangka menyukseskan kegiatan akbar ini, Pengurus Agupena Flotim melalui Rapat bersama pada Jumat (26/1/18) telah membentuk kepanitian yang akan bekerja selama sebulan ini dengan komposisi sebagai berikut:

Pembina : Kepala Dinas PKO Flotim (Bernardus Beda Keda) dan Ketua PGRI Flotim (Bart.Penana Payong)
Panitia Pengarah: Pengurus Inti Agupena Cabang Flotim

Ketua Panitia Pelaksana: Arnoldus Ola Aman (Kepala SMPN Nelelamadike Ile Boleng)
Sekretaris : Apong Hurint (Guru pada SDK Tobilota)
Bendahara : Karlinda de Rozari (Guru pada SMPK Ratu Damai Larantuka)

Koordinator Seksi Acara: Atanasius Rapok Boli dengan anggota: Muhammad Soleh Kadir,Azam Putra Lewokeda, Witin Silvester, Zaeni Boli, Open Rini, Edward Pas

Koordinator Seksi Perlengkapan: Tobias Ruron, anggota Ferdinandus Tokan, Staniz Lph, Oktavianus Bali Adonara, Ali Dendry, ical Rianghepat, Kornelis Basa Kopon, Albert Maran.


Koodinator Seksi Dokumentasi dan Publikasi, Asy'ari Hidayah Hanafi, anggota Amber Kebelen, Valentinus Ballack Wathon, Geradus Kuma Apeutung.

Koordinator Seksi Usaha Dana, Jemmy Paun, anggota Yohanes Narahama Hayon, Pieter Kedang, Renno Matutina GeoLoverzz

Keamanaan : Kerjasama dengan Polres Flotim.
Tugas tugas pelancar kegiatan;
Doa: Geradus Apeutung.
Dirigen: Emi Temaluru
Notulen: Asyari Hanafi
Emsi: Atanasius Rapok Boli
Fotografer: Iwan Puken

Register peserta: Apong Hurit, Ali Dendry, Stanis Lamapaha, Hawa Sengaji, Ferdi Tokan, albert Maran.

Pengantar peserta: Valens Waton dan Agusallim Bebe Kewa.

Agenda akan datang yang sudah terencana untuk panitia: Tanggal 30 Januari, distribusi surat pemberitahuan, tanggal 10 Februari pengambilan buku revolusi mental ala guru di maumere, tanggal 16 Februari audience dengan Kadis PKO Flotim, tanggal 22 Februari audience dengan Bupati Flotim, tanggal 23 Februari Distribusi Undangan, tanggal 28 Februari Rapat Pemantapan di Sekretariat Agupena, tanggal 2 Maret pembersihan dan penyiapan gedung kegiatan di OMK Larantuka.

Kegiatan ini terbuka untuk guru, dosen dan pemerhati pendidikan. Panitia membuka kesempatan untuk 200 peserta melalui mekanisme:

1. Mendaftarkan diri melalui nomor kontak : 081337110709(Maksi) 081332230070 (Arnol Ola), dan 082247267968 ( Alfons hurit) dengan mengirim nama lengkap dan asal sekolah atau lembaga
2. Mendaftar dengan memberikan komentar pada postingan ini.
3. Kontribusi Rp.100.000
4. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 26 Januari - 28 Februari 2018.

5. Pendaftaran bisa dilakukan melalui pengurus Agupena Tingkat Kecamatan.
Peserta berhak mendapatkan materi dan copyan materi, sertifikat,snack dan makan siang.
Terima kasih atas partisipasi dan kerjasamanya yang tulus menyukseskan kegiatan ini.
Sallam


Selasa, 14 Maret 2017

AGUPENA FLOTIM GELAR SEMINAR TENTANG LITERASI (Dalam Rangka HUT Ke- 2 Agupena Flotim)



Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur pada Hari Ulang Tahun ke – 2, Sabtu (4/3/17)menggelar Seminar Pendidikan tentang Literasi.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Orang Muda Katolik (OMK) Larantuka yang berlokasi di Kelurahan Sarotari melibatkan sedikitnya 320 guru dan siswa tingkat SD, SMP, dan SMA/K se – Kabupaten Flotim juga termasuk perwakilan siswa dan guru dari Kabupaten Sikka dan Lembata.

Seminar dengan tema “Lestarikan Gerakan Literasi” menghadirkan Narasumber Alexander Take Ofong Wakil Ketua DPRD NTT, Gusty Richarno, Pemimpin Umum Media Pendidikan Cakrawala NTT,dan Bernadus Beda Keda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga Kabupaten Flores Timur dan Narasumber Tamu, Santi Sima Gama, Dosen Psikologi Unipa Maumere yang saat ini sementara studi Pasca Sarjana Jurusana Bahasa dan Sastra di Sanata Dharma Yogyakarta.

Hadir pada kegiatan ini, Ketua Agupena Wilayah NTT, Thomas Akaraya Sogen, Maksimus Masan Kian,Ketua Agupena Cabang Flotim,Adi Da Silva Wakil Ketua Agupena Lembata, Barto Penana Payong, Ketua PGRI Flotim, Anggota Komisi C DPRD Flotim, Ignas Uran dan Yanuar Jawa Bala, Ketua Yapersuktim Thomas Labina, Kepala UPTD, Kepala Sekolah dan guru.


Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim dalam sambutanya mengatakan rasa bangga atas antusias guru menghadiri kegiatan ilmiah yang digagas Agupena Flotim.Terlebih lagi apresiasi kepada guru- guru dari luar Kabupaten Flotim. Maksi mengajak segenap komponen yang terkait pendidikan mesti membangun komitmen untuk melakukan aksi – aksi kecil demi meraih besar menjadikan Kabupaten Flotim sebagai Kabupaten Refrensi Literat. ” Saya mengajak semua kita di forum ini untuk membangun komitmen untuk terus menumbuhkan iklim ilmiah di Flotim.Giatkan budaya membaca, sebagai jalan untuk menulis.

Kepala Dinas PKO Flotim Bernadus Beda Keda dalam sambutan membuka kegiatan memberi apresiasi kepada Agupena Flotim. Bagi Kadis, Agupena Flotim menjadi wadah profesi yang patut diteladani dan dijadikan sebagai tempat belajar.Terima kasih Agupena Flotim yang telah membantu pemerintah seama dua tahun ini menumbuhkn iklim ilmiah di Kabupaten Flotim. Kita tetap bersinergi untuk membantu siswa dan guru dalam mengeksplorasi bakat dan kemampuan di dunia menulis.

Alexander Take Ofong, Wakil Ketua DPRD Flotim pada forum itu membangun komitemen bersama guru- guru Flotim untuk melestarikan gerakan literasi.

HUT ke- 2 Agupena Flotim mendapat piagam penghargaan dari Dinas PKO Flotim atas jasanya bersama Dinas PKO memajukan pendidikan di Flotim.Pada kesempatan itu, Agupena Flotim juga memberikan penghargaan kepada Wartawan Pos Kupang dan Flores Pos atas peranya menekspos kegiatan Agupena Flotim selama dua tahun.

Siswa SMPN 3 Wulanggitang hadir mengisi acara Musikalisasi Puisi, dan siswa SMPN 2 Adonara Timur Witihama dengan Fragmen tentang Literasi.

Awal seminar, peserta disuguhkan bahan bacaan yang disiapkan oleh Perpustakaan Daerah Flores Timur.***

Minggu, 04 Oktober 2015

AGUPENA FLOTIM GELAR WORKSHOP PTK


(Kelompok Guru - Guru Sekolah Dasar)
“Forum hari ini, bukan forum omong- omong, tetapi forum kerja. Guru yang hadir hari ini harus bisa proaktif sehingga tujuan akhir dari kegiatan Workshop yakni guru bisa menulis karya PTK dapat tercapai. Pelaksanaan Workshop PTK untuk menjawab kesulitan guru guru di Flotim dalam menulis karya ilmiah untuk kepentingan  kenaikan pangkat dan golongan guru. Demikian kata Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia ( Agupena ) Cabang Kabupaten Flores Timur   Maksimus Masan Kian, S.Pd dalam sambutan pada pembukaan Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Aula SMK Sura Dewa Larantuka Jumad, (2/10/15).
Workshop PTK diselenggarakan Agupena Flotim Jumad s/d Sabtu, (2-3 Oktober 15)  dihadiri oleh Ketua Agupena wilyah NTT Thomas Akaraya Sogen, M. BA, selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (PPO) Flotim, ketua PGRI Flotim Yohanes Emi Kein, Efrem Hama Kelore Pengawas Sekolah Menengah selaku narasumber, Arnol Langodai Pengawas Sekolah Menengah, dan peserta terdiri dari para guru dan Kepala Sekolah se- Kabupaten Flotim sebanyak 150 orang.
 (Kelompok Guru SMP)
Ketua Panitia pelaksana Elfridus B. Sutomo, dalam laporannya menyampaikan workshop PTK dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti aspirasi para guru di Flotim dan seturut amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Guru dituntut untuk mengembangkan profesinya melalui Karya ilmiah dan Publikasi ilmiah lainnya, termasuk di dalamnya yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Penulisan PTK).
“Kami panitia sangat bangga karena hari ini peserta yang hadir mengikuti Workshop PTK melebihi Quota yang ditarget panitia. Kami awalnya menargetkan anggota 70 orang, namun yang hadir mengikuti kegiatan hingga 130 orang diluar panitia
 (Kelompok Guru SMA/ SMK)
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Flores Timur Drs. Bernadus Beda Keda, M.AP dalam sambutannya memberi apresiasi kepada pengurus Agupena Flotim karena sejak menerima mandat dari Agupena Wilayah NTT ketua Maksimus Masan Kian dan teman-teman langsung bergerak cepat dan sigap telah membantu pemerintah melaksanakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya dalam bidang karya tulis ilmiah. Kadis juga menyampaikan Agupena telah berperan menjadi solusi bagi para guru di Flotim dalam mengemban tugas.  “kegiatan hari ini menjadi salah satu indikator bahwa Agupena mampu mengatasi kesulitas para guru” .Kata Bernad
Ia menambahkan, guru-guru di Flotim mengalami kesulitan karena masih kurang berkreasi Banyak guru yang kepangkatannya mandek, guru-guru lupa urus diri sendiri, banyak buang waktu dengan hal-hal yang sia-sia yang tidak mendukung profesi. Saya anjurkan gunakan waktu senggang untuk mendukung profesimu guru, salah satunya adalah menulis.
(Moderator dan Narasumber)
(Ketua Agupena Cabang Flores Timur memberikan Piagam Penghargaan Kepada Kepada Ketua Agupena Flotim selaku Narasumber pada Kegiatan Workshop PTK)

(Penyerahan Sertifikat Workshop PTK oleh Elfrid Teluma, Ketua Panitia  kepada peserta Workshop)

Materi yang diberikan oleh dua Narasumber Thomas Akaraya Sogen, S.Pd, M.BA dan Efrem Hama Kelore, S.Pd, M.Hum meliputi riview Permenpan RB No. 16 Tahun 2009, perencanaan PTK, menulis laporan PTK, panduan menulis artikel ilmiah, pembahasan konsep PTK, metode ilmiah penelitian, besaran angka kredit publikasi ilmiah, dan tugas terstruktur..***


Jumat, 28 Agustus 2015



“MENGABDI  KEBENARAN DALAM CINTA KASIH”
                                    

Oleh : Krisantus M. Kwen
Ketua Seksi Dokumentasi dan Publikasi Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA)
 Kabupaten Flores Timur/Pengajar STP Reinha Larantuka

HARI-hari ini, Motto Sekolah Tinggi Pastoral “REINHA LARANTUKA” sedang dibuktikan: “PER MARIAM VERITATEM FACIENTES IN CARITATE”: Bersama Maria Mengabdi Kebenaran dalam Cinta Kasih. 154 mahasiswa STP Reinha Larantuka sudah, sedang dan akan melanjutkan ujian skripsi mereka sampai dengan puncak batas akhir, 31 Agustus 2015. Lembaga ini menerima mahasiswa dari berbagai pelosok negeri Indonesia, khususnya anak-anak negeri NTT. Mereka datang dari Kabupaten Flores Timur, Lembata, Sikka, Ende, Bajawa, Nagekeo, dan Manggarai. Mereka juga berasal dari pulau Sumba dan Timor. Kekhahasan etnis wilayah ini makin memperkaya pesona lembaga pencetak guru-guru agama Katolik dan calon petugas Pastoral (Gereja) dimanapun karya mereka dibutuhkan.
Di sini dan kini, mereka akan mengakiri masa kuliahnya melalui proses menjelang akhir, Pendadaran Skripsi. Ujian skripsi untuk 154 mahasiswa STP Reinha Larantuka ini dijadwalkan dalam kalender akademik melalui tiga tahap masa pendadaran. Yakni terhitung sejak tanggal 20 Juli sampai dengan tangga 31 Agustus 2015.
                        (Mahasiswa membangun argumen akademik pada sidang skripsi) 

Dengan mempertahankan karya tulis ilmiahnya di hadapan 3 anggota dewan penguji, mereka wajib berjibaku dengan gagasan dan solusi skripsinya. Karya yang telah mereka garap selama ini dengan peluh di badan mesti dipertahankan. Tidak heran, ada yang berkeringat-keringat, bercucuran air mata di hadapan dewan penguji, rada bingung, diam, tapi ada yang cekatan dan tangkas karena percaya diri. Bento Lazar, seorang skripsiwan menutur “saatnya idealisme dan karya praktis sedang dibuktikan, kalau tidak, sama halnya dengan cinta bertepuk sebela tangan....”.
Bento benar, skripsi adalah sebuah karya ilmiah serentak membuktikan pengabdian di jalan cinta kasih. Berbagai karya sosial, khusus karya pendidikan yang menjangkau banyak pelayanan kepada umat dan masyarakat sedang direfleksikan sekaligus dirumuskan menjadi tulisan dalam karya ilmiah, yakni skripsi. Ini adalah momentum berbagi ide, gagasan, dan karya nyata. Karena mayoritas para mahasiswa ini berasal dari Guru-guru Dalam jabatan (GDJ), yang notabene adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mayoritas mereka berijazah SPG dan PGAK sedangkan sebagian dari mereka juga berijaza D2 dan D3 dalam program Lama lembaga ini.
Sejak pemerintah RI, Cq Kementerian Agama melalui Ditjen Bimbingan Masyarakat Katolik (Bimas Katolik) melaksanakan program penyetaraan guru-guru Agama Katolik pada tahun 2010, STP Reinha Larantuka adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi yang dipilih menjadi mitra Ditjen Bimas Katolik RI untuk melaksanakan program ini. Alhasil, guru-guru yang sudah mendarmabaktikan diri mereka untuk anak-anak Negeri ini selama puluhan dan belasan tahun terakhir berhak mengikuti program penyetaraan ini. Mereka menjadi bagian dari tiga angkatan terakhir yang sudah diwisudah dalam 3 tahun terakhir ini.
Demikian untuk menjawab Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang System Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional, juga Undang-undang nomor 14 tahun 2008 Tentang Guru dan Dosen. Dengan prasyarat kompetensi tersebut, Negara mengharapkan peserta didik dituntun oleh mereka yang mempunyai kualifikasi profesional. Bukan hanya oleh mereka yang mempunyai pengalaman mengajar, melainkan juga oleh kualifikasi akademik Sarjana Strata Satu. Yang dituntut dari seorang Guru sejak tahun 2005 adalah seorang guru minimal menyandang Kualifikasi Akademik Sarjana Strata Satu (S1) atau Diploma IV (D4), yang pemberlakuannya ditetapkan secara efektif sejak tahun 2015 ini (Pasal 82 ayat 2 UU Nomor 14 Tahun 2005).
Medan bakti para guru-guru pelosok ini dirumuskan dalam berbagai pendekatan ilmiah dan metode menulis, calon petugas pastoral ini mendeskripsikan objek penelitiannya dan meramu dalam keindahan tulisan. Karya ilmiah ini adalah gabungan antara pengetahuan, teori, dan praksis pengalaman, yang digarap dalam tulisan!  Pada titik ini skripsi sebetulnya adalah sebuah shering pengalaman, sebuah tutur atas pengalaman. Dia menjadi jalan ilmiah hanya kerena memang tunduk pada metodologis dan sistimatika tertentu. Bukankah shering pengalaman itu sebuah seni? Kalau bukan disebut keindahan! Maka mari berbagi pengalaman!

              
                    (Ada saatnya kita harus bersyukur setelah menyelesaikan sebuah tugas)
Dalam t
ulisan bergelombang pada logo kampus STP Reinha Larantuka terpatri tulisan : STP REINHA LARANTUKA -  WAIBALUN - FLORES TIMUR. Dalam penjelasannya terpampang “sebagai simbolisasi gelombang perjuangan dalam meretas dan meraih cita-cita, tentunya akan mendapat tantangan dan cobaan yang bakal dihadapi seseorang. Baik selagi menjadi mahasiswa, maupun dan lebih-lebih di dalam menggunakan ilmu pengetahuan dan keterampilan di tengah masyarakat yang juga sedang mengalami dimensi perjuangan”
Akhirnya proses intelektual yang terus dan terus berproses, melalui berbagai pendekatan-pendekatan ilmu baik, seni, teologi, alkitabiah, kateketik, pastoral, pendidikan, sosiologi, hukum Gereja, dan disiplin ilmu lainnya adalah jalan menuju Kebenaran, dengan cara Cinta Kasih. Melalui ujian skripsi ini, mau mencoba membangun titian ini, yang bisa disebut dalam dua tujuan. Pertama, para skripsiwan/skripsiwati adalah seorang calon tenaga pastoral yang sedang membuktikan komitmen untuk mengabdi di jalan pastoral, menjadi seorang guru agama Katolik atau petugas pastoral yang mampu berpikir dalam praksis. Kedua, seorang skripsiwan/skrisiwati adalah warga akademik, yang senantiasa membangun argumen Kebenaran melalui data dan fakta, bukan membangun kebenaran di atas isu atau info sesaat apalagi sesat! Jaga fakta dan perilaku hidup adalah data otentik hidupmu yang sedang dipertontonkan kepada dunia. Sebuah peluang pastoral serentak tantangan.
Sejatinya di jalan Kebenaran ini, seorang intelektual adalah orang yang selalu siap diutus di berbagai bidang kehidupan dimana dan kapanpun dia dibutuhkan untuk membangun dunia, demikian seorang ilmuwan sejati menurut ahli pendidikan, J Drost, SJ.
Untuk skripsiwan dan skripsiwati, Profisiat!